Sabtu, 05 April 2014

ANAK DESA YANG JADI MAHADWIJA



ANAK DESA YANG JADI MAHADWIJA
    (Perjalanan Panjang Ayahandaku :   
Prof. Drs. Sardanto Tjokrowinoto)

Sudah 2 bulan ayahandaku meninggalkan dunia yang fana ini menghadap Sang Khalik. Ayah meninggal dunia tanggal 4 Februari 2014.  Rasanya belum percaya kalau beliau sudah pergi.. masih terbayang pertemuan terakhir sebelum beliau pergi.. Tulisan ini adalah kisah dan kesan tentang ayahandaku  yang kebetulan IKPTM/GPPTM meminta saya untuk menuliskannya.  Semoga ada manfaat yang dapat diambil dari sosok ayahandaku.
 
Anak Desa yang Bercita-cita Tinggi

Ayahku dilahirkan di desa kecil Kabupaten Purworejo pada Tanggal 4 Mei 1929, ayahnya hanya seorang petani sederhana tetapi terpandang di desanya mungkin karena masih keturunan laskar Pangeran Diponegoro. Walau anak petani tapi ayah selalu ingin bersekolah bahkan untuk bersekolah di sekolah dasar Belanda di Purworejo ayah harus berjalan kaki 10 Km dari desanya. Pada jaman penjajahan Jepang ayahku murid SMP di kota Purworejo. Setelah Kemerdekaan karena jiwa patriotnya ayah masuk menjadi anggota Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia (IPPI) yang akhirnya menjadi Tentara Pelajar (TP) yang pada akhir tahun 1945, 1947 dan 1948 ikut berjuang melawan Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia setelah merdeka. Ayah sering bercerita tentang perjuangannya di garis depan melawan Belanda walau kala itu masih remaja tetapi jiwa patriotnya luar biasa. Dari perjuangan melawan Belanda itulah ayah mendapat banyak Bintang Tanda Jasa Pahlawan Gerilya, Veteran Pejuang Kemerdekaan RI dan 4 Bintang Pahlawan Styl Penegak, Styl Aksi Mil.I, Styl Aksi Mil. II dan Styl GOM I. Sebagai Veteran dengan pangkat Sersan Mayor pada akhir hayatnya ayah di makamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang.
Setelah lulus SMP di Purworejo tahun 1948 ayah ingin melanjutkan sekolah, tetapi di Purwirejo belum ada SMA. Ayahpun pergi ke Yogyakarta untuk melanjutkan ke SMA. Di Jogyakarta ayah menumpang tinggal di rumah saudara. Untuk dapat bersekolah di SMA ayah harus bekerja karena orang tuanya tidak mampu membiayainya. Pagi hari bekerja sore sampai malam bersekolah. Bukan hal mudah dengan ijazah SMP untuk mendapat pekerjaan tetapi ayah berhasil diterima sebagai Pegawai Jawatan Listrik dan Gas. Semangat ayah untuk merubah nasib anak desa dengan bersekolah tinggi terwujud dengan diterimanya ayah setelah lulus SMA di Universitas Gadjah Mada (UGM) Fakultas Sastra Pedagogik dan Filsafat pada tahun 1952.
 
Sebagai Guru PTM di Kutaraja Aceh 

Pada tahun 1954 hubungan RI – Belanda memanas sehingga banyak dosen-dosen warga Belanda yang pulang ke negaranya. Kuliah di FSPF UGM yang dosennya banyak orang Belanda jadi tersendat-sendat. Dari pada tidak ada kuliah maka ayah bergabung dalam PTM (Pengerahan Tenaga Mahasiswa) yaitu kebaktian mahasiswa mengajar di SMA di luar Jawa. Ayah tertarik bergabung dengan PTM karena ingin mencari pengalaman sebagai guru selain akan mendapat jaminan tugas belajar (bea siswa) sampai sarjana. Ayah memilih bertugas di Kutaraja Aceh. Dengan doa restu kedua orang tuanya  ayah berangkat ke Aceh. Di Kutaraja ayah mengajar di SMA Negeri tetapi karena kekurangan guru ayah juga diminta mengajar di SGHA dan PGAA bahkan ayah juga membuka SMA swasta Adidarma untuk menampung lulusan SMP yang tidak tertampung di SMA Negeri, ayahku diangkat sebagai Direkturnya. Di Kutaraja Aceh inilah ayahku bertemu dengan ibuku gadis Meulaboh yang bersekolah di SGA Kutaraja. Pada akhirnya ayah dan ibu menikah di Meulaboh pada tahun 1957 setelah melalui perjuangan karena pada awalnya orang tua ibu tidak setuju anak gadisnya disunting orang jawa. Setelah menikah dan selesai tugas mengajar di SMA  Kutaraja ayah kembali ke Jogjakarta dengan memboyong ibuku istrinya gadis Aceh.

Kembali ke Jogyakarta melanjutkan Kuliah dan Memulai Karier

Ayah kembali ke Jogjakarta untuk melanjutkan kuliah yang sempat tertunda karena tugas  PTM menjadi guru SMA di Kutaraja. Untuk mempererat sesama anggota PTM yang telah kembali ke Jogjakarta maka dibentuklah organisasi juga Koperasi IKPTM (Ikatan Kekekuargaan Pengerahan Tenaga Mahasiswa) ayah juga sebagai pengurusnya. Hubungan diantara anggota IKPTM sangat akrab dan saling membantu. Diantara kesibukan ayah kuliah, bekerja dan berorganisasi lahirlah 5 orang anak , aku anak nomor 3 tetapi 2 orang meninggal sewaktu masih bayi.
Setelah ayah lulus sarjana kami boyongan ke Jakarta karena ayah mendapat pekerjaan di Jakarta dan 1 adikku lahir di Jakarta. Kurang dari 2 tahun kami tinggal di Jakarta ayah mendapat tugas bekerja di Tegal Jawa Tengah. Di Tegal karier ayah mulai cemerlang, Ayah adalah pribadi yang tekun dan disiplin dalam bekerja. Ayah juga orang yang suka berorganisasi dan bergaul dengan segala lapisan masyarakat. Di Kota Tegal selain bekerja sebagai Dosen IKIP Tegal dan menjabat Dekan Koordinator atau Rektor, ayah juga aktif organisasisi KOSGORO dan partai politik Golkar sehingga ayah menjadi Anggota DPR Kabupaten Tegal. Ayahku memang senang dengan keluarga besar di Tegal 4 orang adikku lahir sehingga kami bersaudara 8 orang. Banyak anak banyak rejeki itu prinsip ayahku, padahal waktu itu program Keluarga Berencana (KB) baru mulai dicanangkan sehingga adik bungsuku tidak mendapat jatah dari negara sebagai anak pegawai negeri. Delapan tahun kami tinggal di Tegal, ayah harus memilih pindah ke Semarang karena IKIP Tegal bergabung dengan IKIP Semarang atau tetap tinggal di Tegal sebagai Anggota DPR. Ayahku memilih kami boyongan ke Semarang rupanya ayah lebih senang menjadi guru atau dosen pekerjaan yang sangat dicintainya.

Di Semarang Kami Tumbuh dan Berkembang

Setelah berpindah-pindah kota akhirnya kami menetap di Semarang ibukota Propinsi Jawa Tengah. Ibuku sempat berkata “sudah ini kota terakhir , jangan pindah lagi yaa..”  Rupanya perkataan ibu benar karena sampai akhir hayatnya ayah bundaku tetap di Semarang. Setelah pindah ke Semarang ayah hanya 2 tahun mengajar di IKIP Semarang, Fakultas Sastra UNDIP lebih membutuhkan tenaga ayah untuk mengembangkannya karena itulah ayah pindah menjadi dosen Fakultas Sastra Universitas Diponegoro. Di Semarang kami tumbuh dan besar, kami delapan bersaudara ayahku hanya seorang dosen yang baru memulai kariernya di UNDIP. Bisa dibayangkan waktu itu kami hidup sederhana, sebagai anak mungkin banyak keinginan kami yang tidak dapat terpenuhi seperti teman-teman sebaya. Limpahan kasih sayang ayah ibu pada kami sudah membuat kami bahagia. Ayah orang yang tidak banyak omong selalu memberi contoh dengan sikapnya yang tekun, tepat waktu, disiplin dan welas asih pada orang yang susah. Ibundaku sebagai ibu dengan banyak anak memang cerewet tetapi kata-katanya selalu penuh makna, berpandangan jauh ke depan dan selalu mendorong kami anak-anaknya untuk rajin belajar dan harus meraih sarjana. Bundaku selalu berkata “ Kalian harus sarjana karena hanya itu yang dapat kami berikan untuk bekal hidupmu kelak”. Alhamdulillah kami delapan bersaudara sarjana semua.
Seiring berjalannya waktu karier ayahku terus menanjak, Ayah menjabat Dekan Fakultas Sastra dan pada tahun 1989 puncak karier sebagai dosen diraihnya yaitu sebagai Guru Besar (Profesor) Fakultas Sastra Universitas Diponegoro. Anak desa telah berhasil menjadi MahaDwija.  Kesenangan ayah berorganisasi sosial maupun politik juga menuai hasil ayah menjadi Anggota DPRD Tingkat I Jawa Tengah dari Partai Golkar pada tahun 1992-1997. Tahun 1993 adalah tahun berkabung bagi kami sekeluarga, ibunda meninggal dunia karena sakit. Setelah pensiun  tahun 1996 ayah diminta menjadi Rektor Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. Sampai akhir hayatnya di usia 85 tahun ayah masih memberi kuliah di Univet tersebut walaupun kami anak-anaknya sudah melarang karena jaraknya yang cukup jauh dari Semarang. Semangat dan rasa cintanya pada profesi mengajar juga merasa masih dibutuhkan yang tetap membuat ayah bolak-balik ke Univet Sukoharjo.
Kini ayahandaku telah tiada tetapi kenangan akan beliau akan terus ada dihati anak-anak dan cucu-cucunya Keluarga Besar Tjakrawinatan. Beliau adalah panutan kami. Semoga ayah khusnul khotimah diampuni segala dosa dan diterima amal ibadahnya bersama ibunda yang telah lebih dahulu menghadapNya. Amin YRA.

Malang, 5 April 2014 

Dr. Ir. Tri Dewanti Widyaningsih, M.Kes. 

  Beserta kakak dan adik :
dr. Taufik Kresno Dwiyanto, Sp.PD., SH.
dr. Siti Istiqomah Khamsiati, Sp.S  
Dyah Mutiara Yuniarti, SE
  Drs. Nursaman Imam Mustakim.
Letkol Inf. Sangadi Putrowinoto, S.Sos.
Firmansyah Halim Yulianto, SH
Nur Komar Asriningdyah, S.Sos.
 

Jumat, 10 Agustus 2012

Menyambut Malam Lailatul Qadar..

        Lailatul Qodr adalah salah satu malam pada Bulan Ramadhan yang memiliki keutamaan yang sangat besar. Malam Lailatul Qadar selain sebagai malam yang berlimpah karunia, pahala yang berlipat, ia juga dikenal sebagai malam Penetapan Kadar Takdir, makanya kita kenal istilah Qodho dan Qadar dimaksudkan Lailatul Qadar sebagai penentu kebaikan kita sesuai amal Ibadah kita dibulan Ramadhan, Lailatul Qadar sebagai Malam Pengampunan, Malam Kenaikan derajat, Malam Yang Tenang dan terdapat di salah satu Malam Ganjil 10 Akhir Ramadhan.
        Menurut para ulama, Lailatul Qadar bisa berarti Malam Kemuliaan. Bisa juga dinamakan demikian karena pada malam tersebut turun kitab yang mulia, turun rahmat dan turun malaikat yang mulia.
ِإِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١)
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
Lailatul Qadar juga bisa berarti malam yang penuh sesak karena ketika itu banyak malaikat turun ke dunia. Pada malam inilah, banyak para malaikat yang turun ke bumi, termasuk malaikat yang paling utama yaitu Jibril -’alaihissalaam-.
تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan.
“Lailatul Qadar itu pada malam 27 atau 29, sungguh Malaikat yg turun pd saat itu ke bumi lebih banyak dari jumlah batu kerikil.” (HR Thayalisi dlm Musnad-nya no. 2545; juga Ahmad II/519; dan Ibnu Khuzaimah dlm shahih-nya II/223)
Bisa juga berarti malam penetapan takdir / qodar.
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِي(٤)أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَ
Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami.
(QS. Ad Dukhaan)
Pada malam ini, segala urusan yang penuh hikmah dirinci, maksudnya segala kejadian selama setahun ke depan ditentukan dengan izin Allah yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana. Penentuan takdir pada malam tersebut adalah penentuan takdir tahunan.
Malam itu penuh keselamatan, kedamaian dan keberkahan.
سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Malam itu (penuh) keselamatan hingga terbit fajar.
(QS. Al Qadr)
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi
(QS. Ad Dukhaan)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢)لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS. Al Qadr)
Menakjubkan, malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan yaitu sekitar 83 tahun.

  
 Lalu bagaimana cara mendapatkan keutamaan tersebut?
          Seorang Ulama berkata: Barang siapa yang bersungguh-sungguh mengerjakan ibadah di malam tersebut seperti shalat /qiyamullail, membaca qur`an, berdoa, berdzikir dan mengerjakan amalan-amalan baik lainnya akan mendapatkannya dan memperoleh keuntungan yang telah Allah janjikan bagi orang-orang yang menghidupkan malam tersebut jika dia mengerjakannya dengan mengimani dan mengharapkan pahalanya ( ikhlas karena Allah / mengharap pahala/ridho Allah bukan karena selain Allah).


Matahari berdzikir...
Angin bertasbih ...
dan pepohonan memuji keagungan-Mu...
Semua menyambut datangnya malam Seribu Bulan...
Selamat I'tikaf dan semoga Lailatul Qadr menjadi milik kita. Aamiin !...


Sabtu, 02 Juni 2012

EMPEK-EMPEK BINTIK HIJAU..

Tadi pagi saya ke pasar.. eh lihat ada  ikan tenggiri.. kebayang empek-empek deh.. sudah lama pingin empek-empek yang terasa ikannya.. soalnya kalau beli biasanya ikannya gak terasa.. kayak cireng aja (aci digoreng).. Jadilah bikin empek-empek.. tapi empek-empek buatanku beda.. ada bintik hijaunya.. lho ? Adonan empek-empek aku tambahi  irisan kucai juga bawang putih.. jadinya rasa empek-empek bintik hijau bikinanku weeenakk lho.. mau coba ini resepnya..

BAHAN:
500 gram daging ikan tenggiri
2 1/2 sendok makan tepung terigu
300 gram tepung kanji
2 sendok teh garam
2 siung bawang putih
irisan kucai atau sledri
air secukupnya
mie, telur dan ketimun

UNTUK SAUS CUKA:
500 ml  air
500 gram gula merah
cabe merah dan rawit
3 siung bawang putih
cuka secukupnya ( 3 sendok makan)


CARA MEMBUAT :
1. Haluskan ikan dengan blender atau gilingan daging
2. Campurkankan garam, bawang putih yang sudah digiling halus, tepung terigu dan kanji
3. Aduk tambahkan air secukupnya sambil diuleni hingga adonan tidak menempel lagi ditangan
4. Masukkan irisan kucai atau sledri campurkan , bentuk adonan bulat panjang atau oval
5. Rebus air di panci sampai mendidih, masukkan empek-empek
6. Empek-empek matang kalau sudah naik ke permukaan, angkat
7. Untuk empek-empek lenjeran, goreng empek-empek , untuk empek-empek lenggang iris empek-empek tambahkan kocokkan telur dan di dadar
8. Hidangkan di piring dengan saus cuka , mie dan cacahan timun

Cara membuat saus cuka :
1. Rebus air dan gula merah
2. Setelah gula merah meleleh, saring karena biasanya banyak kotorannya
3. Cabai dan bawang putih digiling
4. Masukkan cabai dan bawang putih dan tambahkan cuka

Selamat mencoba..

Minggu, 27 Mei 2012

Anakmu Bukan Milikmu..

Kahlil Gibran

Anakmu bukan milikmu
 Mereka putra putri yang rindu Pada diri sendiri
 Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau,
 Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu.
 Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan Bentuk pikiranmu,
 Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri.
 Patut kau berikan rumah untuk raganya,
Tapi tidak untuk jiwanya,
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat boleh kau kunjungi sekalipun dalam impian.
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka mnyerupaimu
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
Pun tidak tenggelam dimasa lampau.
Kaulah busur, dan anak-anakmulah
Anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah mahatahu sasaran bidikan keabadian.
Dia menentangmu dengan kekuasaan-Nya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.
Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
 Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap.

Rabu, 06 Juli 2011

Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Bunga Kaya Khasiat…

image Sudah lama saya kepingin menanam rosella.. saya masih ingat waktu kecil saya sudah mengenal tanaman ini.. Dulu saya menyebutnya frambus.. ayah menanam di kebun samping rumah.. ibundaku membuatnya menjadi sirup. Sekarang tanaman rosella ngetren lagi.. banyak dijual sebagai teh rosella dan sari rosella dalam kemasan.. karena itu saya minta bibitnya pada mahasiswa yang sedang penelitian rosella.. Biji rosella saya tanam di kebun villa Batu, dari 2 macam bibit rosela yang saya tanam hanya rosella merah yang tumbuh yang ungu tidak tumbuh.. kecewa juga sih.. Tapi setelah rosela merah yang saya tanam tumbuh subur.. dan berbunga merah.. rimbun lagi.. senang rasanya..

Hari minggu saya ke villa Batu yang kebunnya saya tanami rosellaimage dan saya lihat sudah dapat dipanen.. maka saya panenlah rosella merah itu.. amboi.. cantik nian.. merah segar merona…dan berkhasiat lagi..

Rosella dikenal dengan banyak nama . Umumnya masyarakat mengenal dengan nama Rosela, Rosella atau Karkade (Arab), Kezeru (Jepang), Merambos Hijau (Jateng), Asam kesur (Meranjat), Kesew Jawe (Pagar Alam), Asam Jarot (Sp. Padang), Asam Rejang (Muara Enim) dan Hisbiscus Sabdariffa L. (Latin). Dari segi kesehatan, ternyata Rosela dipercaya mempunyai manfaat untuk berbagai pencegahan dan pengobatan penyakit.

Kandungan

image Dalam 100 gr kelopak bunga Rosella mengandung : Kalori 49 kal; Air  84,5 %; Protein 1,9 gr; Fats 0,1 gr; Karbohidrat12,3 gr; Fiber 1,2 gr; Kalsium 0,0172 gr; Phospor 0,57 gr; Besi 0,029gr; B-karotene 3 gr; Asam askorbat 0,14 gr. Juga mengandung pektin dan senyawa bioaktif anthocyanin, flavonoid dan glucoside hibiscin.

Sumber lain menyebutkan, kandungan vitamin C yang terdapat dalam bunga Rosella lebih banyak dibandingkan dengan buah-buahan lainnya. Sebagai contoh,setiap 100 gr bunga Rosella mengandung 244,4mg vitamin C,dengan berat yang sama,jeruk hanya mengandung 48 mg,belimbing hanya 25,8 mg sedangkan papaya mengandung 71 mg.  Berdasarkan kandungan yang ada rosella bersifat antioksidan,  maka tidak heran kalau rosella memang berkhasiat untuk kesehatan.

Khasiat Rosellaimage

Rosella secara empiris dipercaya berkhasiat bagi kesehatan diantaranya secara tradisional digunakan untuk mengatasi batuk, lesu, demam, dan gusi berdarah. Ekstrak kuncup bunga rosella merah juga dipercaya mampu bekerja sebagai penahan kekejangan (antispasmodik), anticacing (antihelmintik), dan antibakteria. Khasiat lain dari herba ini sebagai antiseptik, mengatasi lemah syahwat, penyejuk (astringent), dan menurunkan kadar penyerapan alkohol.

image Di antara banyak khasiatnya, rosella diunggulkan sebagai herba antikanker dan hipertensi. Ini sesuai dengan uji pra klinis yang dilakukan oleh Yun Ching Chang, seorang peneliti dari Institute of Biochemistry and Biotechnology, Chung Shan Medical University di Taiwan. Yun Ching Chang menemukan bahwa pigmen alami dari kelopak kering Rosella terbukti efektif dalam menghambat dan sekaligus mematikan sel kanker HL-60 (kanker darah atau leukemia). Pigmen ini juga berperan dalam proses apoptosis (bunuh diri) sel kanker.

image Sementara itu, Maureen Williams, ND, seorang dokter naturopati dari Bastyr University di Seattle, Amerika Serikat, telah melakukan studi terhadap 70 orang dengan tingkat penyakit hipertensi ringan hingga sedang yang berada dalam kondisi sehat dan tidak melakukan pengobatan apa pun sejak sebulan sebelum penelitian diujikan. Secara acak, sebagian orang diminta untuk mengonsumsi teh Rosella sebanyak satu setengah liter sebelum sarapan setiap hari. Sebagian lagi mengonsumsi 25 mg obat antihipertensi. Setelah empat minggu, ternyata tekanan darah diastolik berkurang hingga sepuluh angka untuk 79% orang yang mengonsumsi teh Rosella dan 84% pada orang yang mengonsumsi obat antihipertensi.

Pemanfaatan Rosella sebagai Pangan Fungsional image

  Pangan fungsional adalah produk pangan yang bermanfaat untuk kesehatan. Rosella berpeluang sebagai produk pangan fungsional. Saat ini banyak diperdagangkan kelopak rosella dalam bentuk kering atau sebagai teh rosella.. yang penggunaannya diseduh dengan air panas.. Dari segi pengawetan rosella kering memang mempunyai daya simpan yang lebih panjang dan praktis penggunaannya. Tetapi sebenarnya rosella segar  jauh lebih baik dibandingkan rosella kering.. Hal ini karena kandungan senyawa bioaktifnya juga vitamin C nya jauh lebih banyak juga rasanya lebih enak dan segar. Karena itu kenapa rosella tidak dijual  dalam kondisi segar seperti  juga buah-buahan.. Padahal dengan rosella segar banyak produk yang dapat dihasilkan seperti sirup, selai/jam, manisan, jus, dan dodol. Sedangkan rosella kering pengunaannya terbatas untuk pembuatan teh rosella dan sari rosella saja.

Rosella hasil panenan, saya buat sirup dan ampasnya untuk selai/jam jadi tidak ada yang terbuang dari rosela segar yang saya olah.. Hasilnya sungguh saya tak menyangka.. ternyata sirup dan selai rosella enak sekali rasanya.. sirupnya manis.. sedikit kecut dan segar.. sedangkan selainya selain warnanya merah menyala alami .. rasanya mirip sekali dengan selai strowberry.. dan yang paling penting semua keluarga.. suami dan anak-anak menyukainya.. wah  terfikir akan saya coba buat dodol dan manisan juga.. tunggu saja..

Tertarik dengan resep sirup dan selai rosella buatan saya.. ini saya bagi-bagi resepnya.. semoga bermanfaat untuk mencobanya..dan bisa jadi peluang bisnis juga lho..

Sirup dan Selai Rosela

imageBahan : (saya tidak menimbangnya)

  • 1 mangkok kelopak rosella yang sudah dilepaskan dari bijinya
  • 1 mangkok gula pasir
  • 2 mangkok air

Cara Membuat :

  • semua bahan dibleder menjadi satu
  • dimasak dengan wajan anti lengket, aduk-aduk
  • setelah mendidih dan agak kental turunkan dari atas api
  • saring, maka diperoleh sirup rosela yang cantik warnanya
  • ampas hasil saringan masukkan lagi ke dalam wajan
  • aduk-aduk terus sampai kental menjadi selai
  • gampang kan cara membuatnya..
  • selamat mencoba..

Rabu, 15 Juni 2011

Kisah Selimut…

Sekarang ini Malang kotaku sedang dingin-dinginnya.. orang bilang mbediding.. ini terjadi karena pergantian musim. Pada kondisi kedinginan seperti ini yang paling cocok memakai jaket atau baju hangat.. dan kalau tidur berselimut tebal.. hangat rasanya..

imageBerbicara tentang selimut saya jadi teringat peristiwa berpuluh tahun yang lalu.. waktu itu saya mau berangkat ke Jogjakarta ..boyongan karena saya di terima kuliah di UGM.. ibundaku memberiku sebuah selimut baru tebal berwarna biru yang lembut.. saya menolaknya.. selain tebal..berat juga menuhin koper.. untuk apa.. di Semarang nyaris saya tidak pernah berselimut karena hawanya panas.. tapi bundaku memaksaku untuk tetap membawanya..”nanti kamu kalau kedinginan di Jogja lho.. bawa saja” kata bundaku waktu itu.. dengan terpaksa saya bawalah selimut tebal itu..

imageDi Jogjakarta saya kost di jalan Kaliurang..waktu itu belum seramai  sekarang.. dan memang kalau malam hawanya dingin.. beda dengan Semarang.. maka selimut pemberian bundaku sangat membantuku untuk menghangatkan malam yang dingin.. Selama 5 tahun saya tinggal di Jogjakarta sampai menyelesaikan kuliah.. selimut tebal.. lembut.. berwarna biru.. saya masih ingat mereknya Peony berlogo Panda Made in China yang selalu menemaniku di malam-malam dingin Jogjakarta.. Selimut itupun masih saya pakai setelah saya pulang ke Semarang.. setelah  saya menikah selimut itu tidak saya pakai lagi…selimutnya ganti.. karena sudah ada penghangat yang lain… he..he..he..

Sampai pada suatu hari.. saya menemukan selimutku itu dipojok lemari.. setelah bertahun-tahun.. warnanya sudah tidak biru lagi tapi memudar.. dan sudah tidak lembut lagi..karena bulu-bulu halusnya sudah menjadi kasar.. maka saya gunakan untuk alas meja setrika.. oh.. selimutku yang selama bertahun-tahun menghangatkan diriku di malam-malam yang dingin.. kinipun masih berguna..

Sekarang.. saya kedinginan.. mencari selimut tebal tidak ada.. karena  selimut tebal semuanya sudah saya ungsikan ke villa di Batu.. saya jadi teringat selimut biru Peony selimut masa gadisku dahulu.. besok saya mau cari selimut di Pasar Besar.. saya mau cari warna biru.. merek Peony.. made in China.. mungkin masih ada yaa..

Rabu, 20 April 2011

Mengenang Kartini..

image Besok hari Kartini.. apa yg kita kenang dari perjuangannya ?.. karena Kartinikah kita kaum wanita menjadi merasa lebih dari pria ?.. karena Kartinikah kita kaum wanita juga bebas mengekspresikan diri sesukanya ?.. karena Kartinikah kita kaum wanita melanggar norma2 agama..susila.. dan kita bangga karenanya ?..Betapa akan sedihnya beliau.. kalau jadi begini karena perjuangannya.. sebenarnya beliau tidak menuntut sejauh itu.. Kartini tidak minta atau ingin wanita lebih dari pria.. beliau menyadari kodrat seorang wanita.. perjuangan Kartini yang paling hakiki adalah.. PENGHARGAAN terhadap wanita.. BUKAN PERSAMAAN.. ini yg kadang kita lupa.. dan sebagai wanita banyak yang lupa untuk menghargai dirinya sendiri..