Senin, 05 Oktober 2009

Ayoo ..Bikin Tahu Aci Tegal

Lebaran yang baru lalu saya dan keluarga besar di Semarang bernapak Tilas ke Tegal dilanjut menginap di Guci. Sepanjang jalan Tegal – Guci dan pulangnya Guci- Semarang kami menikmati tahu aci dan tahu pletok jajanan khas Tegal or Slawi tersebut sepuasnya... Sesampainya di Malang rasanya masih ingin makan tahu aci tapi di Malang gak ada yang jual…terpaksa deh bikin sendiri..jadilah Tahu Aci rekaanku…Mau coba ..? dijamin mak yuss..deh..

  teaphotograp1385

Bahan :

  • 100 gr tepung tapioka/aci dicampur 30 gr terigu (agar adonan tidak terlalu keras)
  • 75 ml air (dikira2 sampai adonan agak kental dan mudah dibentuk)
  • 10 bh tahu kuning atau putih kecil
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt merica bubuk
  • 4 siung bawang putih
  • 5 btg daun bawang atau  iris halus

Cara Membuat :

1. Belah tahu menjadi 2 bagian bentuk segi tiga. Korek tengahnya    hingga berlubang.

2. Remas-remas hasil korekan tahu.

3. Larutkan tepung tapioka dengan air, tambahkan merica, garam, ketumbar bubuk, campurkan bawang putih yang sudah dihaluskan.

4. Masukkan serpihan tahu yg sudah diremas, daun bawang ke adonan aci , aduk rata.

5. Ambil sekitar 1 sdm adonan aci, oleskan pada setiap lubang tahu hingga menutup lubang dan permukaan tahu. Kerjakan sehingga habis.

6. Panaskan minyak goreng yg banyak dalam wajan, goreng tahu hingga kecoklatan.

7. Tahu aci enak disantap selagi puanas dengan cabe rawit…

Napak Tilas ..Tegal kota masa kecilku..

tegal blkt

Lebaran yang baru lewat saya sekeluarga seperti biasanya mudik ke Surabaya dan Semarang. Seperti tahun-tahun sebelumnya bila berkumpul di hari lebaran keluarga besar saya di Semarang selalu membuat acara tamasya bersama. Untuk tahun ini kami ingin ke Tegal dan Guci…kota masa kecil keluarga saya  dulu. Sekitar tahun 1967 sampai akhir tahun 1974 kami tinggal di kota Tegal sebelum akhirnya menetap di Semarang. Walau tidak terlalu lama saya menghabiskan sekolah TK sampai klas satu SMP di kota pantai ini sehingga banyak kenangan masa kecil yang tak terlupakan..terutama makanan dan jajanannya..

Alasan kami ingin bernapak tilas ke Tegal diantaranya karena ayah kami yang sudah berumur 80 tahun masih bersemangat untuk ikut. Ayahanda sangat senang sekali karena beliau yang pernah menjadi pejabat dan anngota DPRD di Kota/kabupaten Tegal tentu punya banyak kenangan..apalagi bersama almarhumah ibunda kami waktu itu…Jadilah kami berangkat ke kota kenangan tersebut semua keluarga besar Alhamdulillah dapat ikut semua eyang, anak,menantu dan cucu yang berjumlah 38 orang berkonvoi dengan 7 mobil berangkat pagi hari dari rumah ayahanda di Mugas Dalam Semarang.

DSC00083

Sekitar 3 jam perjalanan dari Semarang kami memasuki kota Tegal..sudah banyak perubahan yang terjadi sepertinya sudah semakin padat dengan perumahan dan ruko disepanjang jalan. Kami berfoto di depan Balaikota Tegal…gedung ini tidak banyak mengalami perubahan juga monumen patung Yos Sudarso masih berdiri tegak menghadap pelabuhan Tegal. Setelah puas berfoto ria..rombongan bergerak ke kompleks Setyabudi..disini dulu pertama kali keluarga kami menetap setelah datang dari Jakarta tahun 1967. Saya masih ingat …kompleks ini adalah kompleks sekolahan ada SMOA, SPG, SMP 4., TK Binladik dan SD 41 dimana saya bersekolah dulu. Juga IKIP Semarang cabang  Tegal disini ayahandaku menjadi Dekan kordinatornya (Rektor). Rumahku di kompleks Setyabudi ini sekarang menjadi asrama tentara tidak banyak berubah malah sudah keliatan kumuh tidak terpelihara.. juga gedung pertemuan di tengah kompleks yang dulu megah sekarang agak rusak tidak terpelihara. Saya masih ingat gedung ini dulu berganti-ganti fungsi pernah jadi bioskop, tempat pementasan ludruk dan wayang orang/ketoprak saya selalu menonton pertunjukannya karena terletak disebelah rumah. Kompleks ini masih menjadi kompleks sekolah SMA, SMK, SMP dan SD hanya bangunannya sudah banyak berubah…SD 41 dimana aku menamatkan sekolah dasar sudah dipindah katanya..

DSC00086 DSC00089

Rumah   Jl Bawal 4 Tegal setelah hampir 40 tahun..

Siang hari itu..Tegal sangat panas termometer di mobilku menunjukkan angka 40 derajad Celsius. Rombongan melanjutkan perjalanan ke Jalan Bawal Tegalsari rumah kedua kami di kota Tegal. Rumah kami ini adalah rumah dinas IKIP yang membangun ayahanda. Di rumah ini adikku 4 orang lahir berturut-turut. di rumah ini saya menghabiskan masa kecilku sebagai gadis kecil…buanyak kenangan menyeruak..Rumah ini tidak mengalami perubahan bangunannya masih seperti yang dulu..Halamannya masih luas, dulu ibuku senang berkebun semua tanaman ditanam juga bikin taman bunga di depan rumah kami . Saya suka bertanam dan berkebun karena dulu selalu membantu bundaku, diantara tanaman yang kami tanam sampai sekarang masih ada yaitu pohon kamboja putih dan pohon mangga..Pohon-pohon tersebut sudah terlihat tua dimakan usia..kebetulan pohon mangganya sedang berbuah..saya sempat memanennya…pohon mangga yang kutanam hampir 40 tahun yang lalu…

Berhubung hari jumat sebentar lagi akan jumatan kami meninggalkan rumah kenangan masa kecilku tersebut ..daerah ini sudah sangat padat..dulu ada kompleks penampungan yang dekat dengan balong(tambak ikan) saya dulu sering main-main kesana bersama anak kampung menyerok udang kecil…masa kecil yang tak terlupakan. Tujuan kami selanjutnya adalah Masjid Agung di Alun-alun kota Tegal. Di komplek alun-alun ini dulu ada bioskop Dewa dan Dewi yang saling berhadapan sepertinya sekarang sudah berubah fungsi ya..Sementara bapak-bapak solat jumat di masjid Agung, Kami ibu-ibu berbelanja oleh-oleh makanan khas Tegal…Wisata kuliner ini yang saya nantikan..Masih dikompleks jalan sekitar alun-alun kami menemukan toko oleh-oleh khas Tegal diantaranya krupuk antor, kacang klitik, kacang asin, pilus dan manisan buah Widara..semua makanan camilan tersebut kami borong..sudah lama sekali saya tak ketemu makanan masa kecilku ini..

DSC00091

Setelah puas berbelanja oleh-oleh dan salat jumat perjalanan kami lanjutkan..menuju Guci yang jaraknya sekitar 40 km dari Kota Tegal…di jalan kami membeli tahu aci dan tahu pletok yang juga makanan favoritku…sepanjang jalan ke Guci kami menikmati tahu aci dan tahu pletok, tak terasa tahu satu besek ludes.. Kami serombongan akan menginap di Guci untuk itu satu bulan sebelumnya  kakakku sudah memesannya dahulu. Guci merupakan wisata pemandian air panas..dulu semasa ayahanda menjadi anggota DPRD kabupaten Tegal Guci belum seramai sekarang atas usul ayahanda sebagai anggota DPRD Guci dikembangkan menjadi daerah wisata..andalan kabupaten Tegal sehingga sekarang banyak dikunjungi wisatawan apalagi bila lebaran banyak rombongan dari Jakarta yang mudik mampir ke daerah wisata ini.

DSC00099 DSC00100

Pemandangan menuju Guci memang sangat indah perbukitan dan adanya sumber air panas menjadi daya tarik tersendiri. Hotel tempat kami menginap Duta Wisata terletak di lembah perbukitan sehingga pemandangan dari sini sangat indah..juga ada kolam renang air panas  alami yang membuat anak-anak tidak sabar untuk langsung berenang…Malam hari hawa dingin Guci membuat tidur kami terlelap..dan paginya kesejukan dan pemandangan Guci membuat kami terpesona juga kolam air panas alami menyegarkan pagi yang cerah…

DSC00131 DSC00134

Guci..disini kita berkumpul dan bernostalgia..

DSC00137 DSC00140

Siang hari setelah berbelanja buah strowberry, tomat dan sayuran serta manisan cermai di pasar kami tinggalkan Guci dengan penuh kenangan…