Rabu, 18 Agustus 2010

SYUKUR DAN HARAPANKU



Hari..bulan dan tahun berlalu..
Daun-daun tumbuh dan gugur silih berganti..
Tak terasa umurku bertambah satu..
Alhamdulillah..segala nikmat yang telah Kau beri..
Bila masih Kau beri kesempatan lagi..
Berilah hambaMu ini..
Untuk lebih khusyuk dalam beribadah padaMu
Untuk lebih bersyukur atas rizkiMu
Untuk lebih sabar dan iklas dalam berbagi..
Di Sisa jatah umurku yang baru..Amiiinn..

(Rasa syukur dan harapan di hari kelahiranku..)


Malang, 18 Agustus 2010

Senin, 16 Agustus 2010

Renungan di Hari Kemerdekaan 65 Tahun




Enam puluh lima tahun yang lalu..
Gema merdeka berdentam keras di bumi Indonesia
mengantarkan kedepan pintu gerbang kemerdekaan
Negara RI yang merdeka, bersatu, berdaulat..
Adil dan makmur terbebas dari kebodohan dan kemiskinan..
Enam puluh lima tahun sudah berlalu...
Pekik merdeka selalu terucap setiap tahun..
Merdeka, bersatu, berdaulat..terwujud sudah
Adil , makmur terbebas dari kebodohan dan kemiskinan..
Apakah hanya impian mulia belaka...
sampai kapan....???

Jumat, 06 Agustus 2010

DOA MENJELANG RAMADHAN....




Marhaban….Ya Ramadhan..
“Tiada kata seindah do’a tiada suara seindah suara adzan, tiada bulan seindah bulan ramadhan
Tiada hati sebening embun.. yang iklas untuk saling memaafkan segala khilaf dan salah..
“Mohon maaf lahir dan Batin”

Do`a menjelang bulan Ramadhan :

للّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَب وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ، واَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَحِفْظِ اللِّسَانِ وَغَضِّ الْبَصَرِ، وَلاَ تَجْعَلْ حَظَّنَا مِنْهُ الْجُوعَ وَالْعَطَش

Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan. Bantulah kami untuk melaksanakan puasa, melakukan shalat malam, menjaga lisan dan memelihara pandangan; dan jangan jadikan puasa kami hanya sekedar lapar dan dahaga. (Kitab Mafatihul Jinan)

Do`a malaikat jibril menjelang bulan ramadhan:

Do'a malaikat Jibril menjelang Ramadhan " "Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
* Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami isteri;
* Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali.
Dapatkah kita bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat , dan dilakukan pada hari Jum’at.

Ubadah Bin Somit ra. meriwayatkan bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda pada suatu hari ketika Ramadhan hampir menjelang:
“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, di mana Allah melimpah ruahkan di dalamnya dengan keberkatan, menurunkan rahmat, mengampuni dosa-dosa kamu, memakbulkan doa-doa kamu, melihat di atas perlumbaan kamu untuk memperolehi kebaikan yang besar dan berbangga mengenaimu di hadapan malaikat-malaikat. Maka tunjukkanlah kepada Allah Taala kebaikan dari kamu. Sesungguhnya orang yang bernasib malang ialah dia yang dinafikan daripada rahmat Allah pada bulan ini.“

Sabtu, 31 Juli 2010

Renungan di Ultah Perkawinanku..





Dua puluh dua tahun yang lalu..
Cinta kita terpaut pada ikatan sakral..
Sejak itu bersama kita lalui samudra kehidupan
Angin, gelombang, badai menyapa silih berganti
Alhamdulillah..biduk kecil ini dapat melaluinya..

Dua puluh dua tahun sudah..
Diantara semilir angin dan bintang-bintang..
Kau anugrahi kami sepasang permata hati
Rizky Ramadhan Mubandoro ..Totti (Gatot-Dewanti) dan
Gayatri (Gatot-Tri) Putri Mubandari..Aya
Merekalah amanah hidup kami..
Penerus generasi sesuai tuntutan Ilahi..

Ya Allah...Ya Rabbi...
Selalu bimbinglah kami dengan lantera kehidupan
Yang menerangi perjalanan kami di tengah samudra luas ini..
Selalu perkokohkan kami dengan kesetiaan dan kasih sayang
Yang bermuara dari iman dan ketakwaan kepada Mu

Masih jauh biduk ini mengarungi samudera luas tak bertepi..
Semoga...hari-hari.. mendatang.. pantai harapan itu tercapai sudah..
Dan kebahagiaan selalu bersama selamanya..
Aminn...


Batu, 1 Agustus 2010

Jumat, 11 Juni 2010

Puisi BJ HABIBI utk Almarhum Istrinya

habibi Kedalaman cinta suami terhadap istrinya….


Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar
dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku
menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini,
aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir,
pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ....

28 Mei 2010 jam 8:18
BJ.HABIBIE

Bahagianya istri-istri bila dicintai suami seperti pak Habibi  mencincai istrinya…

Selasa, 04 Mei 2010

Ada apa dengan Mie Instan..?!

Sumber Jurnal Halal LP POM MUI

mie2 Mie instan, siapa sih yang tidak doyan ? Malah sebagian orang keranjingan dengan jenis makanan ini. Ada yang kalau tidak makan mie seminggu saja rasanya kangen berat. Ada yang menyediakannya sebagai pintu darurat kalau lagi tidak sempat memasak. Bahkan para anak kost menjadikan mie instan sebagai makanan kebangsaan. Anak-anak pun, kalau tidak suka mie pasti punya kelainan selera. Coba tanya para ibu tentang hal ini.

“Hampir tiap hari anak saya minta mie. Kalau saya menolak, dia bisa bikin sendiri. Sebulan bisa satu kardus habis,” tutur Ibu Tia yang anaknya sudah berusia 10 tahun. “Saya pernah ditegur tetangga gara-gara mie. Anak saya menangis kenceeng banget. Pagi dia sudah makan mie. Siang minta mie lagi. Tentu saja saya tolak. Tetangga saya datang dengar tangisannya. Waktu dia tahu masalahnya, dia ngomelin saya, kenapa tidak dikasih saja, kasihan anak sampai nangis begitu. Saya jadi serba salah, kata orang mie instan tidak baik untuk kesehatan anak, tapi anak saya doyan banget….” Bu Ririn, ibu dari Ama yang baru berusia 2 tahun bercerita.
“Anak saya susah makan. Kalau makan bisa sampai satu jam. mie3 Tapi kalau mie, wah…lahap banget. Tak sampai sepuluh menit habis deh,” Mama Ano menceritakan kebiasaan makan anaknya yang baru lima tahun. Cerita ibu-ibu lain tentu tak kalah seru. Tapi memang, mie instan enak. Harganya juga murah. Rasanya beraneka ragam tinggal pilih. Berbagai merek baru juga terus bermunculan, menantang untuk dicoba. Namun masalahnya, bagaimana status kehalalan dan keamanannya bagi kita ?

Titik Kritis di Seluruh Bahan

Titik kritis kehalalan pada mie instan terletak pada semua bahanmie 1 yang digunakannya. Kok bisa? Tepung terigu, minyak goreng, bumbu-bumbu kan halal? Belum tentu. Tepung terigu pun bisa tercemar bahan haram. Saat ini tepung terigu difortifikasi (diperkaya) dengan vitamin, sedangkan vitamin sifatnya banyak yang tidak stabil sehingga harus dicoating (dilapisi). Salah satu bahan pelapis yang harus diwaspadai adalah gelatin, yang kemungkinan berasal dari babi. Selain itu sumber vitamin juga harus jelas, apakah berasal dari hewan, tumbuhan atau mikroorganisme.
Bahan-bahan lain yang harus diwaspadai adalah :

1. Bumbu dan pelengkap

bumbu mie2 Bumbu yang digunakan antara lain adalah MSG atau vetsin. Titik kritisnya adalah pada media mikrobial, yaitu media yang digunakan untuk mengembangbiakkan mikroorganisme yang berfungsi memfermentasi bahan baku vetsin. Sedangkan bahan pelengkap mie instan adalah bahan-bahan penggurih yaitu HVP dan yeast extract. HVP atau hidrolized vegetable protein merupakan jenis protein yang dihidrolisasi dengan asam klorida ataupun dengan enzim. Sumber enzim inilah yang harus kita pertanyakan apakah berasal dari hewan, tumbuhan atau mikroorganisme. Kalau hewan tentu harus jelas hewan apa dan bagaimana penyembelihannya. Sedangkan yeast extract yang menjadi titik kritis adalah asam amino yang berasal dari hewan.

2. Bahan penambah rasa

Bahan penambah rasa atau flavor selalu digunakan dalam pembuatan mie instan. Bahan inilah yang akan memberi rasa mie, apakah ayam bawang, ayam panggang, kari ayam, soto ayam, baso, barbequ, dan sebagainya. Titik kritis flavor terletak pada sumber flavor. Kalau sumber flavor dari hewan, tentu harus jelas jenis dan cara penyembelihannya. Begitupun flavor yang berasal dari rambut atau bagian lain dari tubuh manusia, statusnya adalah haram.

3. Minyak sayurbumbu mie3

Minyak sayur menjadi bermasalah bila sumbernya berasal dari hewan atau dicampur dengan lemak hewan.

4. Solid Ingredient

Solid ingredient adalah bahan-bahan pelengkap yang dapat berupa sosis, suwiran ayam, bawang goreng, cabe kering, dan sebagainya. Titik kritisnya tentu pada sumber hewani yang digunakan.


kecap 5. Kecap dan sambal

Kecap dan sambal pun harus kita cermati lho. Kecap dapat menggunakan flavor, MSG, kaldu tulang untuk menambah kelezatannya. Sementara sambal menggunakan emulsifier untuk menstabilkan campurannya. Emulsifier dapat berasal dari sumber hewani yang harus kita ketahui dengan jelas.

Amankah Mengkonsumsi Mie Instan ?mie4

Selama mie instan tersebut sudah mendapat izin dari Depkes, tentulah aman. Namun bila dikonsumsi setiap hari, apalagi oleh anak-anak, inilah yang menjadi masalah.
Sebagaimana makanan instan produk industri lainnya, mie instan menggunakan banyak sekali bahan-bahan kimia. Pewarna, pengawet, dan penyedap harus kita waspadai dalam hal ini. Sekalipun aman, namun bila terus menerus kita konsumsi dalam frekuensi sering dan dalam jangka waktu lama, bahan-bahan kimia dapat terakumulasi dalam tubuh. Efeknya tentu akan mengganggu sistem metabolisme, karena bahan kimia, bagaimana pun adalah racun bagi tubuh.
Selain itu, terlalu sering makan mie instan juga dapat mengganggu masukan gizi, terutama anak-anak.

mie5Kita memang dapat menambahkan telur dan sayuran sehingga kualitas gizi mie instan tidak kalah dengan seporsi nasi komplet. Namun rasa mie yang terlalu gurih, dapat merusak selera makan anak. Lidah mereka yang sedang belajar mengidentifikasi rasa, akan terpola dengan rasa gurih yang tajam dari MSG dan flavor mie. Akibatnya mereka menganggap masakan ibu yang umumnya tidak terlalu banyak menggunakan MSG hambar. Selera makan mereka pun hilang. Akhirnya, mau mie lagi, mie lagi….

Kadar natrium yang tinggi di dalam mie instant akan menetralkan msg lambung, sehingga lambung akan mensekresi asam yang lebih banyak untuk mencerna makanan. Keadaan asam lambung yang tinggi akan berakibat pada pengikisan dinding lambung dan menyebabkan rasa perih. Sedangkan bagi penderita hipertensi, natrium akan meningkatkan tekanan darah karena ketidak seimbangan antara nat bumbu-bumbu yang terdapat dalam kemasan makanan instan mengandung bahan pengawet dan kadar MSG dan garam yang tinggi. Dan apabila bahan pengawet dan MSG ini dikonsumsi secara terus menerus secara berkepanjangan, maka akan berdampak buruk pada kesehatan...
MSG akan berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus menerus. Semua itu ada ambang batasnya. Kalau melebihi ya bakal jadi penyakit. Makanya kalau mau bikin mie instant misalnya dengan terpaksa pake bumbu dikurangi jadi 1/2nya. Bahkan kalau perlu gak usah pakai tetapi diganti dg kaldu ayam.

Karena itulah, biar enak, kita tetap harus mampu mengontrol diri. Jangan terlalu sering mengkonsumsi mie instan, apalagi memberikan ke anak-anak. Sesekali silakan, apalagi saat-saat cuaca dingin. Hmm…lezat….

lomba mie  anak mie makan mie

Tips Menghindarkan Ketergantungan Anak pada Mie

Jelaskan dengan bahasa anak, efek negatif mie bagi tubuhnya bila dia makan terlalu banyak atau sering. Kalau sudah bisa membaca, boleh tunjukkan artikel ini untuk dia baca.
Jangan selalu menuruti kemauan anak untuk makan mie. Kalau nggak mau makan ? Jangan khawatir, anak kita tidak akan mati kelaparan kok gara-gara tidak mau makan sesekali. Biarkan saja. Nanti kalau sudah benar-benar lapar tentu dia mau makan juga. Kan makan adalah kebutuhan tubuh kita.

Kalau anak nangis dan ngambek ? Kita harus belajar tegas dan tega. Toh ini untuk kebaikan anak kita. Jangan sampai anak kita berpikiran,”Kalau aku nangis pasti dibolehin.” Lama-lama anak akan menjadikan tangisnya sebagai senjata untuk mendikte kita. Biarkan anak menangis. Kalau sudah reda, katakan dengan nada sayang, bahwa kita melarangnya semata-mata untuk kebaikannya.
Sediakan makanan alternatif yang sehat dan tak kalah lezat. Buatlah acara makan menyenangkan baginya, sehingga dia merasa nyaman dengan makanan selain mie instan.





Beda Cuka dan Khamr
halalsehat.com - Wednesday, 05 May 2010